Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

KPK Menyetor Rp500 Juta ke Kas Negara, Denda Yang Dibayarkan Eks Mensos Juliari Peter Batubara

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetor uang denda yang dibayarkan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara ke kas negara sebesar Rp500 juta. Nominal tersebut merupakan vonis hukuman denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, karena terbukti menerima suap terkait pengadaan bansos Covid-19. "Jaksa Eksekusi Andry Prihandono telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat Nomor: 29/Pid. Sus-TPK/2021/PN. JKT.PST tanggal 23 Agustus 2021 dengan melakukan penyetoran uang denda sejumlah Rp500 juta ke kas negara dari terpidana Juliari P Batubara,"kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (24/9). Selain itu, Juliari juga diwajibkan membayar uang pengganti sejumlah Rp14,5 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan paling lambat satu bulan setelah perkara berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dirampas untuk menutupi uang pengganti dimaksud. N...

Ribuan Warga Melakukan Demo Usai Diusir Oleh Taliban Dalam 3 Hari Harus Segera Meninggalkan Rumah Mereka

Jakarta - Ratusan orang melakukan protes di kota Kandahar, Afghanistan, selatan setelah Taliban memerintah warga meninggalkan rumah mereka pada musim dingin. Para pengunjuk rasa berdemo di depan kantor gubernur di kota itu setelah 3.500 orang yang tinggal di daerah perumahan milik pemerintah diberi waktu tiga hari untuk pergi, menurut dua pengunjuk rasa kepada koresponden lokal CNN. Para pengunjuk rasa, yang juga penduduk daerah itu, mengatakan bahwa mereka tidak diberi alasan atas perintah pengusiran itu. "Saya tidak punya tempat lain untuk pergi,"kata seorang pengunjuk rasa, yang tidak mau menyebutkan namanya karena takut akan pembalasan melansir CNN pada Rabu (15/9/2021). Dia mengaku menderita kemiskinan setelah kehilangan banyak anggota keluarganya dalam konflik baru-baru ini. "Semua keluarga di daerah itu membangun rumah mereka dengan sedikit uang yang mereka miliki, dan tidak mampu untuk pindah,"kata wanita itu. Menurut saksi mata, sejumlah wan...

Polisi Berhasil Mengidentifikasi 4 Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tanggerang

Jakarta - Tim Disaster Sufferer Recognition kembali mengidentifikasi empat jenazah korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang. Total korban yang sudah teridentifikasi menjadi 5 orang. Keempat jenazah yang teridentifikasi hari ini adalah Diyan Adi Priyana bin Kholil, Kusnadi bin Rauf, Bustanil Arifin container Arwani, dan Alfin container Marsum. "Pada pukul 13.00 WIB, tim telah melakukan rekonsiliasi dan dari hasil rekonsiliasi tersebut telah teridentifikasi 4 korban," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri, Jumat (10/9). Rusdi menerangkan, keempat jenazah berhasil teridentifikasi melalui sidik jari dan rekam medis. "Jadi pada hari ini dari 41 jenazah, tim telah berhasil mengidentifikasi 5, kemarin 1 sekarang 4 tentunya yang telah terindikasi,"ujar dia. Sementara itu, Kapus Inafis Polri Brigjen Pol Mashudi menerangkan, mereka membandingkan antara sampel sidik jari dari data Inafis dan Dukcapil serta...

Seorang Presiden Zambia Yang Baru Menjabat Kaget, Melihat Korupsi Besar-besaran Yang Mengerikan

Jakarta - Presiden Zambia yang baru menjabat mengaku terkejut dengan temuan tingkat korupsi "mengerikan" yang berhasil dideteksi pemerintahanya sejak menjabat lebih dari seminggu yang lalu. "Orang-orang masih mencoba melakukan pergerakan dana di menit-menit terakhir, yang tidak sah, yang bukan milik mereka,"kata Presiden Zambia Hakainde Hichilema kepada BBC dilansir Rabu (1/9/2021). Dia mengalahkan saingannya Edgar Lungu dalam pemilihan presiden bulan lalu. Hichelema tidak menyebutkan nama pejabat dari pemerintahan sebelumnya. Namun, Lungu telah membantah semua tuduhan penyelewengan. BBC telah mendekati partainya untuk memberikan komentar. Lungu memerintah negara kaya tembaga itu sejak 2015. Dia secara luas dipuji atas kelancaran transisi kekuasaan ke Hichilema, yang memenangi kursi kepresidenan setelah lima kali gagal. Kas negara "kosong" Hichilema memenangi pemilihan dengan janji untuk mengatasi korupsi. Dia juga bertekad mengakhiri krisi...