Polisi Menangkap Satu Orang Pelaku Penikaman Saat Tahun Baru di Mamuju, 3 Orang Alami kritis

Jakarta - Satuan Resmob Polresta Mamuju menangkap satu orang pelaku penganiayaan dengan senjata tajam saat malam pergantian tahun di Jalan Diponegoro atau depan Pondok Hore-hore Mamuju, Sabtu (1/1) dini hari.

Akibat penganiayaan yang dipicu bentrok antarpemuda saat berpesta miras itu, tiga orang saat ini sementara kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan, mengatakan pelaku yang diamankan bernama Irfan pen names Aldi (20) yang beralamat di Desa Katapi, Kecamatan Kalukku, Mamuju. Dia ditangkap pada Senin (3/1).

"Unit Resmob Sat Reskrim Polresta Mamuju melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di wilayah hukum Polresta Mamuju,"kata Pandu dalam rilis yang diterima wartawan.

Dia menyebutkan bahwa dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi diketahui pelaku Irfan yang menikam Arfandi yang saat ini masih dirawat di RSUD Regional Sulbar.

"Setelah diamankan dan dilakukan interogasi, Irfan mengakui perbuatannya telah melakukan penganiayaan kepada korban Arfandi dengan cara menikam perut korban sebanyak satu kali menggunakan sebilah badik,"ujar Pandu.

Sebelumnya diberitakan, malam pergantian tahun diwarnai bentrok antarpemuda di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (1/1) dini hari. Bentrok yang terjadi di Jalan Diponegoro Mamuju tersebut mengakibatkan 3 orang pemuda kritis akibat sabetan benda tajam usai berpesta miras.

Salah satu korban berinisial RK (21) warga Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Mamuju saat ini dirawat di RSUD Mamuju akibat sabetan parang di bagian kepala, dada, punggung, tangan, dan kaki.

Korban dari kubu lainnya, yakni kakak-beradik RD dan AD yang merupakan warga Salupangi juga mengalami kritis akibat sabetan parang dan saat ini dirawat di RSUD Regional Sulbar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengen Punya Anak Bercita-cita Menjadi Astronot ? Beberapa Syarat yang Dibutuhkan

3 Orang Pendaki Tersesat di Gunung Ungaran, Tim BPBD Masih Lakukan Pencarian

Saat Ingin Membuang Air Kecil Saat Malam Hari, Seorang Penebang Pohon di Duga Diterkam Harimau